Uraian Karakteristik Jenis Kepribadian
Dari Theodore Millon
| Style | Karakteristik Kognitif | Karakteristik Emosi | Karakteristik Interpersonal |
| 1. Introversive (Schizoid) (menarik diri) | Kehilangan kemampuan dan minat di dalam bergaul, dan kurang tanggap dalam berbagai hal. | Kurang bergairah, Apatis, Nyleneh (indefferent) | Kurang teman, Menghindar dari kebiasaan. |
| 2. Avoidant (menjauhkan diri) | Ingin dihargai dari yang lainnya sebagai penegasan penolakannya, seperti ada kejadian yang menakutkan. | Takut akan sesuatu, Sulit dipahami, Kecemasan (anxious) | Kurang teman, Menarik diri dari pergaulan. |
| 3. Dependent (m’gantungkan diri pada orang lain) | Merasa rendah diri, Kurang dihargai oleh orang lain atau kurang tanggap. | Sederhana | Kerjasama, Patuh atau pasrah, Mengalah |
| 4. Histrionik (kepribadian ganda) | Hidup mudah bosan, tanpa dorongan yang tetap. | Mendramatisir, Emosi yang berlebihan | Mencari perhatian, sewaktu-waktu tidak ditampilkan dalam pergaulan. |
| 5. Narcissistic (cinta diri yang berlebihan) | Merasa dirinya hebat, lebih mampu atau lebih bernilai dibanding yang lainnya. | Sombong, Tinggi hati | Bersikukuh dan menguasai, agar orang lain mengikuti keinginannya. |
| 6. Antisocial | Memandang hidup sebagai persaingan, kehilangan atau membiarkan orang lain untuk mengambil keuntungan adalah sesuatu yang harus dihindari. | Dingin, Kurang bergairah | Mempercayai kemampuannya, agak mencurigai orang lain, cenderung memanfaatkan orang lain untuk keuntungan dirinya. |
| 7. Compulsive (berlebihan) | Menghargai kesempurnaan dan takut berbuat kesalahan. | Diatur, formal, dan pekewuh (tidak enak hati) | Tunduk pada atasan, menguasai dan memandang rendah yang dibawahnya. |
| 8. Passive – Aggressive | Tampak seperti membutuhkan orang lain, tetapi tidak mengakui orang lain lebih bernilai atau lebih baik. | Perasaan ragu-ragu, dengan susana hati yang sering berubah. | Kemungkinan dapat bekerja sama tetapi pendendam atau bersahabat, dan dapat menerima pada satu kesempatan dan bermusuhan dikemudian hari. |
STRESS
Apakah Stress itu ?
Stress adalah Respon – Fisiologis, Psikologis, dan Perilaku, dari individu dalam usahanya untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap tekanan dari luar dan dari dalam diri individu.
Stress dalam batas tertentu adalah hal yang wajar, merupakan salah satu emosi yang dapat membantu manusia mencapai cita-citanya.
Stress terlalu berat atau terlalu lama akan dapat menyebabkan dekompensasi individu. Stress menjadi penyakit akan mengakibatkan ketidak mampuan untuk berfungsi secara wajar dalam pekerjaan, sekolah atau kehidupan sosial.
Jenis stressor yaitu Fisik, Psikologis, dan Sosial. Stressor fisik berasal dari luar, seperti Zat kimia, polusi, makanan, mikroba, radiasi, suara, obat-obatan, suhu udara, kelembaban, trauma, latihan fisik. Sementara Stressor Psikologis yaitu tekanan dari diri sendiri, yang paling berat karena cenderung terjadi berulang bisa disebabkan oleh stressor fisik atau sosial, akan tetapi kebanyakan oleh diri sendiri. Stressor psikologis berupa emosi yang sangat kuat, biasanya yang bersifat negatif, seperti : frustasi, anxietas, rasa bersalah, kuatir, marah, benci, sedih, cemburu, rasa kasihan pada diri sendiri, rasa rendah diri, takut, berkabung. Sedangkan Stressor sosial yaitu tekanan dari luar yang disebabkan oleh interaksi individu dengan lingkungannya. Banyak stressor sosial yang bersifat traumatik dan tak dapat dihindari, sperti : Kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, pensiun, perceraian, masalah keuangan, pindah rumah, dll.
Konsep Stress :

Stressor + Individu => Stress
Sebagai penyebab antara stress diantaranya adalah sebagai berikut :
- Fisik/fisiologis
- Psikologis
- Sosial/lingkungan
- Herediter (turunan)
· Setiap individu akan bereaksi berbeda bila dihadapkan pada stressor yang sama.
· Setiap individu memiliki tipe kepribadian yang berbeda.
KEPRIBADIAN :
Pola perilaku yang khas dari individu yang mereflesikan pikiran, perasaaan dan sikapnya, dalam usahanya untuk menyesuaikan diri pada situasi hidupnya.
Beberapa type kepribadian :
· Introvert
· Extrovert
· Optimis
· Pesimis
· Paranoid
· Histeris
· Perfeksionis
· Sosiopat/Psikopat
| Kepribadian Type A: · Berambisi kuat · Aktif · Cita-cita tinggi · Pekerja keras · Kurang Sabar · Kurang toleran · Berpacu dengan waktu · Suka bersaing | Kepribadian Type B: · Pasif · Tak suka bekerja keras · Tak berambisi · Tak suka bersaing · Mudah puas |
Respon Stress :
1. Eustress (baik/sehat),
2. Neustress (seimbang)
3. Distress (buruk/penyakit)
Eustress, yaitu bila respon stress baik, sehingga meningkatkan kesehatan tubuh atau jiwa. Sehingga eustres menghasilkan perasaan :
· Vitalitas tinggi
· Antusiasme
· Optimisme
· Pandangan hidup positif
· Resistensi tubuh meningkat
· Stamina meningkat
· Produktivitas meningkat
· Kreativitas meningkat
Neustress, yaitu bila respon stress perlu untuk menjaga keseimbangan tubuh dan jiwa.
Distress, yaitu bila respon stress menjadi tidak baik dan mengakibatkan timbulnya penyakit fisik maupun jiwa.
Distress, menimbulkan perasaan :
· Mudah lelah
· Mudah marah
· Daya konsentrasi menurun
· Pesimis
· Mudah sakit
· Mudah depresif
· Produktivitas menurun
· Kreativitas menurun
Gejala stress :
1. Gejala fisiologis tubuh, sehingga individu melakukan,
a. Reaksi kewaspadaan
b. Reaksi adaptasi
c. Reaksi kelelahan
2. Gejala psikologis, individu menjadi :
a. Takut
b. Resah
c. Panik
Gejala Fisiologis Tubuh
| Reaksi Kewaspadaan (fight or flight response) | Reaksi Kelelahan | Reaksi Adaptasi |
| X Denyut jantung kian cepat X Tekanan darah naik X Pernapasan lebih cepat X Otot-otot menegang XProduktivitas keringat tinggi X Pelepasan gula dan lemak kedalam aliran darah XPelepasan faktor pembekuan X Pencernaan melambat | X Terjadi kerusakan pada salah satu organ tubuh yang menyebabkan kematian. Misalnya : - Stroke | XTubuh beradaptasi terhadap reaksi fisiologis stress yang berkepanjangan. X Hipertensi X Asma Bronkiale X Sakit kepala, leher, bahu, dan punggung X Diabetes militus X Hiperkolesterolemia X Arteriosclerosis X Penyakit jantung koroner |
Anatomi Stress
Reaksi stress dan efeknya melibatkan otak dan seluruh fungsi tubuh, diantaranya adalah :
> Susunan saraf
> Sistem Imunitas
> Indera persepsi
> Kardiovaskular
> Kulit
> Keseimbangan Hormonal
> Sistem Cerna
> Sistem napas
Pengobatan Stress :
Rencana pengobataan didasarkan atas :
a. Dimensi Biologis b. Psikologis c. Lingkungan
A. Terapi Biologis
- Obat anti cemas/anti depresi
- Biofeedback untuk relaksasi otot
B. Terapi Psikologis
1. Upaya merubah persepsi
Misalnya :
- merubah sudut pandang individu terhadap stress.
- merubah nilai serta keyakinan yang dipakai untuk menghayati
stress tsb.
2. Upaya mengurangi tekanan akibat stress
a. Latihan Relaksasi, ini dapat mengurangi rasa cemas, menidurkan mereka yang insomnia dan mengurangi sakit kepala yang ditimbulkan oleh stress.
Prosedur : - Pengenduran otot tubuh, secara teratur dan berulang.
- Relaksasi dipakai dalam menghadapi stress
- Prosedur kognitif untuk menenangkan pikiran beriringan
dengan memberi kata-kata penguat (mantera/do’a)
- Atensi pasif menghadapi stress.
b. Hipnose :
- Metode yang baik untuk relaksasi
- Melalui instruksi hipnotik sehingga perasaan ketegangan batin menurun, dan juga gerak Faali menurun.
- Dapat merubah persepsi.
3. Psikoterapi (telah jelas)
C. Terapi Lingkungan (environment)
1. Keluarga : Suami/Istri, orang tua.
2. Perkumpulan senasib : Klub orang dewasa atau remaja dan kawan seprofesi, dapat banyak membantu.
3. Agama, misal pengajian (doa bersama), dapat memberi kekuatan pada individu yang menghadapi persoalan.
4. Pekerjaan.
Dalam prakteknya ketiga dimensi terapi ini, dapat dipakai sekaligus dan dikombinasikan sesuai dengan kondisi atau keadaan klien.
Jadi pengobatan Stress harus dilaksanakan secara eklektik-holistik.
by :Takdir Firman Nirwana, S.Psi.